Jun 15, 2009

Boneka





   ......Sempurna itu suatu kecacatan.....




asalnya boneka lusuh
tertaut pada benang opera
yang seakan-akan hidup
yang bahagia dipermainkan

Atas pentas seluas Dunia
cinta pelihat teraih
lintasan lagu melankoli
sayu mengalun benang opera
yang melakonkan roman terakhir cinta
karya pengakhiran sang boneka

pernah,

pada titip si pemain itu
ia bertatih menari
bawah gugurnya daun-daun waktu
yang bertimbun indah
membentuk astana cinta
si pemain dan boneka
bahagia...

pernah,
pada titip si pemain itu,
ia dongak ke langit 
melakar gambaran syurga
hingga tuntas tinta pena.
yang sempat terlukiskan
hanya mimpi-mimpi
sang boneka


Derasnya sungai waktu
menghanyut semua
mencipta semua
lebih indah
lebih derita


diam boneka itu
menari terus di zamannya
tanpa pemain
tanpa benang opera
hanya pelihat yang setia


mungkin si pemain lupa
pada pukalnya naskah-naskah cinta pelihat.
pada gemuruh dentuman tepuk terpukau
bonekanya hidup.
dan terus hidup







15 Jun 2009 (6:30 pm)
Sha'ah 35
Mansurah


--------

saya tak suka puisi ni, bahasanya terbalik konkang .Susunannya  juga celaru.

oh ya, saya tahu memang susah nak faham. tapi tak mengapa, biar saya faham seorang. :p

"puisi kau pendek-pendek, aku baru nak feel dah habis, buatlah panjang sikit lainkali"

haha, ye saya tunaikan permintaan kamu. Tapi sori lah, saya tak tere lagi.

14 comments:

Anonymous said...

pemain tu sedar..
selama detik2 manisnya bersama boneka, dy telah alpa..
lalai akn zat yng lebih agung..
yng lebih berhak dia habiskan masanya bersama..

tp dlm hati pemain itu..
dia masih sayangkan boneka itu..
rindukan saat2 persembhnnye dgn boneka..
di pentas itu..
terlalu bnyk kenangan manis bersama..
mana mungkin dia bole lupakn itu!!

dan kini..
pemain sedar dia perlu lepaskan tali2 itu..
tali2 yng mengikat boneka..
tali itu sudah terlalu lama mengongkongnye..
pemain mahu boneka bangkit..
kenalilah dunia ini..
sungguh luas ciptaan tuhanmu..
jgnlah diharapkan pd si pemain..
krn dia bukan lah sesiapa..
hny seseorang yang ingin mencari redha penciptanya..

~sekadar pendapat~

baihaqi said...

err, siapakah anonymous ini??

hurm,


lembar ingatan
biar dirai pergi
siang dan malam
biar pudar tak kembali
biarkan...

------

dibaca hikayat sang pinnochio
boneka itu ada cita,
berlari tanpa benang opera
mengejar sang pemain
pada dunia yang lain,
dengan jiwa yang lain.
hati yang lain,

agar terhilang syirik cinta itu...


:)

Hazwan Mohd Nor said...

menarik!

Musafir diri said...

kebenaran bukan pemisah insan...
tetapi jambatan manuju bahagia...
syariat bukan perentap kebebasan...
tetapi pemulang fitrah manusia...

-----

yang baru bukan dengan cita buta...
yang baru tidak tinggalkan yang lama...
yang baru paksinya bekas luka...
yang baru berpegang sejarah cinta...

agar tidak lagi tersungkur di pintu syurga...

cinta itu selamanya palsu selagi tiada DIA mengikat jiwa...

-----

p/s: harap2 ade kne mngena dgn tajuk yg sedang dipuisikan... haha... best gak berpuisi waktu stress exam ni ye...

to anonymous :

tidak bergantung bukan bererti tidak bersama... kan2???

dosa silam tarbiah dari tuhan...
peluang untuk pencerahan...
jadi, jangan dipersiakan...


~~hakikatnya kita semua boneka... bisa bebas nanti di syurga~~

^_^

baihaqi said...

to hazwan..

terima kasih, :) sila kunjung selalu ya...

to syamil...

hish dia ni...haha
jgn tafsir bukan-bukan ye.. :)

Musafir diri said...

haha...

satu puisi sejuta tafsiran...

yang pasti puisi terbaik itu datang dari hati...

pengalaman itu bahasnya hati... yang tahu saja bisa mengerti...

tak gitu bai???

baihaqi said...

to incek syamil:

terima kasih tok guru...haha

Hazwan Mohd Nor said...

sama2

terima kasih kembali

INTAN said...

bila hati berbicara, semuanya mainan jiwa..

alangkah indahnya bila hati berbicara, jiwa bersama melorek kata hasil tarbiyah dari pencipta~

pahit sekarang yang pastinya manis kemudian..

He knows best~

dealova said...

btul..
indah.
siapakah gerangan?

Nazeera Nasir said...

Here's my chance to understand Bahasa Melayu versi puitis :D

Perhaps

Perhaps, the poem *atau dikenali sebagai puisi* talks about freedom.

Or more speficically, letting go.

We're bounded to our parents when we are brought into this earth as a feeble child. From there, our parents are the ones who will raise us, feed us, clothe us, shelter us and share with us their philosophy.

But there will come a time, where they will have to let us go, to spread our wings, to broaden our horizons, basically... grow up

So the puppet represents a child, the strings are emotional bonds and the puppet master represents parents. While they wish to keep us with them, they can see the longing in our eyes to explore the world, to experience life itself and they know that it's time release us to taste the sweet nectar of adulthood.

Haha, that's my opinion-la
Tak tahu betol ke tak. Susah kot Melayu.
Ish.

Koaja Bai.. skrg aku rindu parents aku.

baihaqi said...

to syauqatulwardah.

:)

to dealova.

:p

to naz.

HAHAHA...!!

Anonymous said...

hey i thought u went to umrah???

baihaqi said...

to anonymous,

taklah, ke kairo..