Kalau hidup dikatakan hanya menunda kekalahan,
Setelah mati nanti, apa kau kira kanjadi pemenang?
atau terus terjelepok dalam jurang ketakutan terdalam
(yang paling legap hitamnya melegam, hingga kau melolong pada siapapun
tiadakan datang.)
tragedi, mengulang-ulang kekekalan
kerna kewujudan itu sendiri bagikau
satu kesilapan.
(kerna menang kau hanya terperoleh setelah mengalahkan Tuhan!)
180213 0554
2 comments:
menunda kekalahan yang saya fahami dan pegang-
saya insan berdosa yang menanti pengadilan dari tuhan, hanya tunggu masa sehingga benar-benar kalah, setelah tidak pernah konsisten menjadi hamba yang rendah hati, yakni bongkak-
saya cuma tafsirkan menurut pandang tragedy.
dari awal puisinya hingga akhir, metafora kanak-kanak jadi dewasa, "bahan" dhulu yg bukan dasar perhitungan kini, kekalahan, menyerah, Hidup sebagai kekalahan,
hari jd malam.
Post a Comment