Dia tahu keadaan dia sungguh tenat dan sulit, seolah tanah pada alam zihinnya merekah-rekah, gegak gempita bagai merajuk tidak mahu bersudah, ditemankan puting beliung yang buru-buru meluluhlantakkan gunung-gunung, menambrak sesukahati hutan batu yang mencakar semesta , dan batu-batu pula tidak segan silu melakon menjadi daun-daun perang yang berguguran pada musim luruh. Seolah-olah alam zihinnya bagai ternanti-nanti kiamat tiba.
Ketika itu siapa pun pasti mengimpikan saat-saat bahagia bersama orang yang tidak sempat dicintakan.kerana itu, dia pohon pada Tuhan untuk merobek-robek dadanya dan rampas degub-degub jantung yang masih hangat itu.
sehingga Juita khayali bermadu kasih menghenti malapetaka zihinnya.
dahiat apakah ini? semoga tiada membekas pada jasadi
1 comment:
semoga dahiat itu cepat cepat pergi. pergi yang tak kembali. untuk nafsi selalu tenang
Post a Comment