Feb 14, 2012

di kakilangit




Bilakah waktunya
Dingin wayu itu tidak lagi meneman para pencinta
Lewat doa sembah sujudnya dengan penuh harapan
Wahai Tuhan, "bilakah cinta kita ini akan berbalas?"
Dahi para abid sudah melekuk malah pekat hitamnya
Liur sang darwisy sudah kering memuji hingga membengkak kerongkongnya.
Para alim pula...

Bukankah Tuhan lebih hampir dari urat leher?
Ataukah masih belum cukup lagi rintihan dari kita?

Sehinggakan malam
Jadi sunyi



Baihaqi
~apakah segala sembah mengharap kita sia-sia? dunia masih lagi penuh kekacauan.

No comments: