Jun 19, 2011

Messiah




bumi mungkin tak terasa.
hempas halus menggegar sang yang dimurka.
lewat senja kemarin
saat setiap satu pelepahnya dinyala hangus.
menembus  mega awan  kian mengelam.
waktu alpa dipuja ashiq.
dengan gempa.
dia jatuh bersama nista.


perlahan-lahan
timbunan puing keramat dibangun semula
dengan rupa hangat menyenang.
pada setiap jejaknya yang menelusur
dengan sayapnya yg seakan hidup
disujud.

bila gelap disangka mentari.
bangun kita bagai berjalan tidur.
menari tidur
teriak tidur.
dalam nyenyak tidur terdalam.

oh.
tunggu shj kiamat datang.


baihaqi
0630  omar mokhtar, burg syaimaa' ,

No comments: